Minggu, 30 Juli 2017

Cara Ampuh Mengantisipasi Penyebaran Penyakit Yang di sebabkan Oleh Lalat Berikut Cara Ampuh dan Alami untuk Mengatasinya

ara mengusir lalat (Diptera) di warung , cara mengusir lalat (Diptera) secara alami , cara membunuh lalat (Diptera) , cara mengusir lalat (Diptera) ijo , cara mengusir lalat (Diptera) dan nyamuk , cara mengusir semut , aplikasi pengusir lalat (Diptera) , cara mengusir nyamuk secara alami

Cara mengusir lalat (Diptera)

gambar : 1 lalat dalam Minuman

Musim hujan sudah mulai tiba. Ada satu duduk perkara gres lagi yang muncul menganggu; lalat (Diptera)! Hewan serangga yang satu ini selain membuat suasana tidak nyaman , juga diketahui kerap kali menjadi biang aneka macam penyakit. Hal ini tak terlepas dari lingkungan dan siklus hidup lalat (Diptera) yang biasanya tidak jauh dari tempat sampah sehingga mereka seringkali membawa serta kotoran dan bakteri penyakit pada tempat-tempat yang disinggahinya. Pada kesempatan kali ini kita akan membahas cara mengusir lalat (Diptera) di rumah atau cara mengusir lalat (Diptera) di warung secara alami. Beberapa cara ada yang mirip dengan cara mengusir semut atau cara mengusir nyamuk secara alami dan mampu diaplikasikan sekaligus pada rumah anda.

Ada satu hal yang seringkali terlupakan; bahwa mencegah lebih baik daripada mengobati. Maka di awal pembahasan ini kita akan uraikan beberapa tips mencegah lalat (Diptera) masuk ke rumah anda.


Cara mencegah lalat (Diptera) masuk di rumah
Sebelum anda berpikir untuk membunuh dan membasmi lalat (Diptera) di rumah kita maka , pertama kali pastikan dulu suasana ruangan rumah anda tidak layak huni bagi lalat (Diptera) sendiri. Adalah satu hal yang kontraproduktif , ketika anda berusaha sekuat tenaga menerapkan cara mengusir lalat (Diptera) dan nyamuk dari rumah , sementara suasana dan kondisi rumah anda justru mengundang lalat (Diptera) dan nyamuk untuk datang.


1.     Bersihkan rumah dan ruangan Anda terutama tempat di mana Anda makan atau memasak mirip dapur , meja makan dan lain-lain secara teratur menggunakan larutan disinfektan yang baik. Pastikan anda membersihkan sisa makanan yang tercecer.
2.     Biasakan semoga makanan selalu berada pada tempat yang tertutup rapat , termasuk buah-buahan baik yang masih utuh atau sudah dipotong . Hal ini juga akan mengurangi jumlah lalat (Diptera) buah.
3.     Buahlah sampah secara teratur , dan menjaga tempat sampah tertutup sepanjang waktu. Sampah kaleng yaitu tempat favorit lalat (Diptera) untuk berkembang biak , maka usahakan untuk membuang/menguburnya.
4.     Jika Anda memiliki hewan peliharaan mirip kucing/anjing pastikan kotoran dari hewan peliharaan anda untuk dibersihkan segera. Juga pastikan untuk menjaga kebersihan hewan peliharaan anda tersebut baik sangkar ataupun lingkungannya.
5.     Jika Anda memelihara tanaman di dalam ruangan , usahakan untuk tidak terlalu sering menyiram tanaman tersebut alasannya lalat (Diptera) menyukai tanah lembap dan lembab.
6.     Pasang kawat kasa penghalang pada lobang angin dan gunakan penutup jendela menggunakan kain tipis untuk mencegah masuknya lalat (Diptera).

Jika cara-cara di atas sudah diterapkan namun lalat (Diptera) tetap saja nakal nyelonong ke rumah anda , maka berikut ini cara mengusir lalat (Diptera) yang mampu anda aplikasikan.


Cara mengusir lalat (Diptera) secara alami
1.       Cara Mengusir lalat (Diptera) menggunakan aroma/bau-bauan

a.     Daun Pandan

Daun pandan terkenal sebagai pengharum dan penyedap makanan. Tetapi wangi daun pandan ternyata mampu juga untuk mengusir lalat (Diptera). Caranya cukup mudah. Sediakan beberapa helai daun pandan , kemudian iris halus. Letakkan irisan daun pandan tadi pada sebuah mangkuk atau piring , kemudian tempatkan di tempat yang banyak dihinggapi lalat (Diptera). Tak berapa lama lalat (Diptera) akan segera kabur.


b. Bunga Lavender

Selain dapat digunakan untuk mengusir nyamuk , bunga Lavender ternyata juga dapat digunakan untuk mengusir lalat (Diptera). Masukkan beberapa tangkai bunga lavender dalam vas/pot dan letakkan di dalam rumah untuk mengusir lalat (Diptera).


c. Biji Cengkeh

Wangi cengkeh ternyata cukup efektif mengusir lalat (Diptera). Rendam biji cengkeh secukupnya pada semangkuk air. Kemudian letakkan rendaman cengkeh tadi pada tempat yang banyak dihinggapi lalat (Diptera) , maka lalat (Diptera) akan segera pergi menjauh.


d. Jeruk Lemon

Jeruk lemon dapat digunakan untuk mengusir lalat (Diptera). Caranya , siapkan beberapa buah jeruk lemon , iris memanjang menjadi 4 potong. Tancapkan bunga cengkih kering pada setiap penggalan jeruk lemon kemudian letakkan pada piring. Lalat (Diptera) akan merasa terganggu dengan perpaduan aroma buah jeruk lemon dan aroma rempah cengkih sehingga akan membuat mereka pergi menjauh.


e. Daun kemangi

Kemangi yaitu tanaman obat maupun materi kuliner yang umumnya ditanam di pekarangan sekitar rumah. Kaitannya dengan lalat (Diptera) , daun kemangi bukan tanaman pengusir lalat (Diptera) tetapi lebih tepatnya berfungsi sebagi penghalang. Tanamlah beberapa pohon kemangi di sekeliling rumah anda , maka akan mencegah dan mengurangi lalat (Diptera) masuk ke rumah anda.


f. kayu manis , bawang putih , dan bubuk cabe

Cara alami mengusir lalat (Diptera) ini yaitu menggunakan campuran bawang putih , kayu manis dan bubuk cabe. Cukup taburkan bubuk di sekitar sudut rumah sahabat sebagai pengusir lalat (Diptera) ijo sekalipun yang alami dan ampuh.



2. Cara mengusir lalat (Diptera) menggunakan nyala lilin
Pernahkah anda melihat di warung makan yang menyalakan lilin di waktu siang hari? Itu bukan tanpa alasan. Tujuan utamanya yaitu mengusir lalat (Diptera)-lalat (Diptera) agar tidak hinggap di makanan yang dijual , alasannya lalat (Diptera) tidak menyukai asap.



3. Cara mengusir lalat (Diptera) menggunakan plastik air dan uang koin
Mungkin anda juga pernah melihat hal ini; ada beberapa kantong plastik berisi air bening bergantung di warung. Mengusir lalat (Diptera) dengan cara ini yaitu salah satu cara ampuh yang paling mudah dan cukup murah untuk diterapkan di rumah. Alasan ilmiahnya yaitu bahwa mata lalat (Diptera) memiliki sekitar 3000 – 6000 mata pada per bulatan mata lalat (Diptera). Mata tersebut tidak mampu fokus pada satu sudut pandang mirip mata manusia. Mata-mata itu menampilkan aneka macam sudut pandang berbeda menyerupai ribuan monitor CCTV yang menampilkan gambar berbeda-beda


Nah , ketika lalat (Diptera) melihat kantong plastik berisi air , matanya akan terkena pembiasan cahaya yang akan menjadikan gangguan fokus. Lalat (Diptera) akan sangat merasa tidak nyaman dan memilih untuk pergi meninggalkan area tersebut.
 
Ada juga yang kadang menambahkan 3 - 4 koin logam ke dalamnya untuk menambah pemantulan dan pembiasan sinar matahari.



4. Cara mengusir lalat (Diptera) menggunakan CD bekas
Adapun caranya yaitu dengan  menggantungkan CD bekas yang sudah rusak atau tidak terpakai menggunakan tali tipis/benang sehingga memungkinkan CD untuk bergerak dan berputar bebas ketika terkena angin.



5. Cara Mengusir Lalat (Diptera) menggunakan Kipas Angin
Kipas angin cukup ampuh menghalau lalat (Diptera) karena pedoman udara yang dihasilkan oleh kipas angin dapat mengganggu jalur terbang dan keseimbangan lalat (Diptera). Nyalakan dan letakkkan kipas angin di tempat yang dihinggapi oleh banyak lalat (Diptera) , maka lalat (Diptera) – lalat (Diptera) tersebut akan segera pergi.


Masih kurang puas hanya dengan mengusir lalat (Diptera) dan ingin membasminya? Berikut ini saya sertakan pula beberapa alternatif cara yang mampu anda aplikasikan untuk membunuh lalat (Diptera).



1. Cara Membunuh Lalat (Diptera) dengan Raket Listrik
Raket listrik yang biasa digunakan untuk membunuh nyamuk juga mampu anda gunakan untuk membunuh lalat (Diptera). Meskipun tegangan yang dihasilkan tidak terlalu tinggi harap hati hati dalam menggunakannya alasannya sengatannya cukup mengagetkan juga.



2. Cara Alami  membasmi Lalat (Diptera) dengan Lem Lalat (Diptera)
Lem lalat (Diptera) ini cukup ampuh untuk membunuh lalat (Diptera)  dan mudah ditemukan di toko – toko terdekat di took peralatan rumah tangga maupun di supermarket. Letakkan lem lalat (Diptera) di tempat – tempat yang dipenuhi lalat (Diptera) dengan menunjukkan umpan berupa makanan beraroma berpengaruh mirip ikan untuk menjebak lalat (Diptera) – lalat (Diptera) nakal tersebut.




3. Gunakan Obat atau Semprotan Pembasmi Serangga
Jika cara-cara di atas kurang efektif dan lalat (Diptera) masih saja membandel , anda dapat gunakan obat atau semprotan pembasmi serangga untuk membunuh lalat (Diptera). 


Demikian beberapa
 cara mengusir lalat (Diptera) dari rumah secara alami yang mampu saya bagikan untuk anda. Barangkali tidak semuanya efektif , namun tidak ada salahnya anda coba-coba hingga menemukan formula yang paling efektif. Tidak menutup kemungkinan salah satu dari pembaca yang budiman ada mempunyai cara lain yang lebih efektif untuk membunuh/mengusir lalat (Diptera) , silakan anda sharingkan melalui kolom komentar di bawah postingan ini semoga dapat dibaca dan diaplikasikan oleh pembaca yang lainnya.
Terima kasih sudah berkunjung dan membaca hingga tuntas , semoga lalat (Diptera)-lalat (Diptera) yang mengganggu di rumah anda lenyap dan rumah anda kembali nyaman.



Sumber: 
http://www.lintangsore.com

15 Manfaat Daun Kelor Untuk Kesehatan yang Luar Biasa dan Belum Banyak di ketahui Orang

Mungkin Anda pernah mendengar peribahasa "dunia tak selebar daun Kelor (Moringa Oleifera)" , hal itu alasannya ialah daun Kelor (Moringa Oleifera) memiliki ukuran yang kecil.


Walau kecil ukurannya , daun Kelor (Moringa Oleifera) memiliki banyak manfaat penting bagi kesehatan tubuh. Bahkan , para ilmuan menyebutnya pohon daun Kelor (Moringa Oleifera) sebagai pohon abnormal (Miracle Tree).

Daun Kelor (Moringa Oleifera) berbentuk bundar lonjong , dan ukurannya yang kecil tersusun rapi pada sebuah tangkai , biasanya dimasak sebagai sayur untuk pengobatan.


Penelitian mengenai khasiat daun Kelor (Moringa Oleifera) telah dimulai semenjak 1980 , pada adegan daunnya , lalu kulit batang , buah dan bijinya.

Organisasi kesehatan dunia WHO menganjurkan bagi bawah umur dan bayi dalam masa pertumbuhan untuk mengkonsumsinya , alasannya ialah manfaat dari kandungan daun Kelor (Moringa Oleifera) yang besar , yaitu mengandung:

·                     Potasium tiga kali lipat dari pada pisang.
·                     Kalsium empat kali lipat daripada susu.
·                     Vitamin C tujuh kali lipat daripada jeruk.
·                     Vitamin A empat kali lipat lebih banyak dari pada wortel.
·                     Dua kali lipat protein dari pada susu.

Organisasi WHO yang menobatkan pohon Kelor (Moringa Oleifera) sebagai miracle tree , setelah menemukan manfaat penting daun Kelor (Moringa Oleifera). 

Lebih dari 1.300 studi , artikel dan laporan telah menjelaskan perihal manfaat Kelor (Moringa Oleifera) dan kemampuan dalam penyembuhan penyakit , yang penting dalam menghadapi permasalahan wabah penyakit dan problem kekurangan gizi.

Penelitian menunjukkan bahwa hampir setiap adegan dari tanaman Kelor (Moringa Oleifera) memiliki khasiat penting , yang dapat dimanfaatkan dalam beberapa cara. 

Manfaat daun Kelor (Moringa Oleifera)

#1. Menjaga berat badan
Hal penting yang jangan dilupakan yaitu untuk menjaga tubuh semoga tetap seimbang berat badannya. Studi yang dilakukan para hebat menemukan bahwa teh Kelor (Moringa Oleifera) membantu untuk menangani problem pencernaan......yang manfaatnya untuk merangsang metabolisme tubuh semoga optimal dalam mengkremasi kalori.

Dilansir dari 
jabar.tribunnews.com , teh yang dibuat dari daun Kelor (Moringa Oleifera) mengandung polyphenol yang tinggi , yang bekerja sebagai antioksidan. Manfaat antioksidan untuk mendetoksifikasi racun di dalam tubuh , dan memperkuat sistem kekebalan tubuh.
#2. Menghilangkan flek wajah
Ramuan sederhananya , ambil beberapa daun Kelor (Moringa Oleifera) yang masih muda , tumbuk sampai sangat halus , lalu gunakan sebagai bedak (atau juga bisa dicampur dengan bedak).

Menurut 
makassar.tribunnews.com , bahwa di beberapa negara ekstrak Kelor (Moringa Oleifera) sudah digunakan sebagai materi baku pembuatan kosmetik untuk kulit. Bagian tanaman Kelor (Moringa Oleifera) yang banyak digunakan untuk kulit yaitu pada adegan kulit batang , daun , bunga dan biji.

Daun Kelor (Moringa Oleifera) mengandung nutrisi menyerupai kalsium dan mineral menyerupai tembaga , besi , seng (zinc) , magnesium , silika dan mangan. Daun Kelor (Moringa Oleifera) juga bisa menjadi pelembab alami , berguna untuk mengangkat sel kulit mati dan membersihkan kulit.

Pada daun Kelor (Moringa Oleifera) , terdapat lebih dari 30 zat antioksidan yang bermanfaat untuk kesehatan kulit. Daun Kelor (Moringa Oleifera) kaya akan mineral dan asam amino yang bisa membantu produksi kolagen dan protein keratin , yang penting bagi kesehatan seluruh jaringan kulit di tubuh.

Terdapat beberapa merek terkenal produk kosmetika yang menggunakan minyak Kelor (Moringa Oleifera) sebagai materi baku produknya. Terutama produk perawatan kulit menyerupai krim antiaging , krim antikerut , minyak aromaterapi , facialfoam , lotion , krim pencerah dan deodoran.

Manfaat tanaman Kelor (Moringa Oleifera) ini sangat diharapkan untuk kesehatan dan keindahan kulit , dimulai dari daun Kelor (Moringa Oleifera) , minyak Kelor (Moringa Oleifera) sampai bunga Kelor (Moringa Oleifera).

Bunga Kelor (Moringa Oleifera) sering digunakan sebagai materi baku kosmetik dan parfum , cologne , minyak rambut , dan minyak aromaterapi. Bunga Kelor (Moringa Oleifera) mengandung asam oleat tinggi , sangat baik disuling menjadi minyak. Minyak bunga Kelor (Moringa Oleifera) dapat dipercaya untuk menyerap dan mempertahankan aroma.

#3. Memanfaatkan daun Kelor (Moringa Oleifera) untuk kecantikan
Hal ini bisa menjadi alternatif perawatan kecantikan alami. Selain menggunakan minyak atsirinya dan debu Kelor (Moringa Oleifera) yang dijual di pasaran , Anda bisa memanfaatkan daunnya secara langsung.

Caranya , pertama-tama buatlah pasta daun Kelor (Moringa Oleifera). Pilih daun Kelor (Moringa Oleifera) yang masih hijau dan segar , pisahkan dari rantingnya.

Haluskan daun Kelor (Moringa Oleifera) dengan ditambahkan sedikit air saja (agar daun Kelor (Moringa Oleifera) menjadi bentuk pasta).

Kemudian dijadikan ramuan tersebut sebagai masker , pasta daun Kelor (Moringa Oleifera) tersebut bisa disimpan selama 3 hari di dalam lemari es. (makassar.tribunnews.com)


#4. Daun Kelor (Moringa Oleifera) cukupi gizi ibu menyusui dan anakDilansir dari 
health.liputan6.com , Dosen Fakultas Farmasi UGM Yogyakarta , Yosi Bayu Murti menjelaskan bahwa pengembangan manfaat tanaman Kelor (Moringa Oleifera) di Indonesia terbilang terlambat dibanding luar negeri.

Namun , masih ada kesempatan mengembangkannya untuk pangsa pasar dalam negeri , sebelum nantinya diambil alih produsen luar negeri.

Yosi melihat potensi besar untuk menyebarkan pasar dari manfaat tanaman Kelor (Moringa Oleifera) dalam perbaikan gizi pada ibu menyusui dan anak.

"Daun Kelor (Moringa Oleifera) mengandung protein , zat besi , dan Vitamin C. Selain itu ada ada juga unsur flavonoid yang manfaatnya membantu ibu menyusui menghasilkan ASI lebih banyak. Kandungan protein tersebut membuat ASI berkualitas ," kata Yosi di di Jakarta (12/8/2015).

Kandungan zat besi tinggi , yang 25 kali lebih tinggi dibanding bayam , disarankan dikonsumsi ibu usai melahirkan , dimana wanita menstruasi umumnya kehilangan banyak zat besi.

Untuk bawah umur , dapat dikonsumsi semenjak sang bayi , yaitu bayi di atas enam bulan.

Namun , Yosi mengingatkan bahwa ibu hamil perlu menghindari konsumsi daun Kelor (Moringa Oleifera) ketika hamil , terutama trisemester pertama.

#5. Menyehatkan mata
Daun Kelor (Moringa Oleifera) memiliki kandungan tinggi vitamin A yang sangat baik untuk mata. Konsumsi daun Kelor (Moringa Oleifera) bermanfaat semoga organ mata selalu dalam keadaan sehat dan jernih.

Daun Kelor (Moringa Oleifera) dapat dimanfaatnya dalam menyembuhkan penyakit mata , bisa dengan dimakan secara pribadi (setelah daun dibersihkan).

Menurut Tati Winarto , seseorang pakar herbal dari Yayasan Pengembangan Tanaman Obat Karyasari , menjelaskan bahwa daun Kelor (Moringa Oleifera) mempunyai  banyak kandungan gizi , salah satunya vitamin A dan kalsium.

“Kandungan vitamin A dalam daun Kelor (Moringa Oleifera) bermanfaat untuk melindungi kesehatan pada mata , baik itu dari mulai kurangi resiko mata plus , minus , silinder dan katarak. Daun Kelor (Moringa Oleifera) juga baik apabila dikonsumsi oleh pasien diabetes dan bermanfaat menjernihkan pandangan matanya ,” kata Tati Winarto. 
jitunews.com

#6. Antioksidan dan senyawa anti-inflamasi
Menurut laporan yang diterbitkan di Asia Pacific Journal of Cancer Prevention , daun Kelor (Moringa Oleifera) mengandung campuran asam amino esensial , fitonutrien karotenoid , antioksidan menyerupai quercetin , dan senyawa antibakteri alami yang memiliki fungsi menyerupai obat anti-inflamasi.

Daun Kelor (Moringa Oleifera) memiliki beberapa senyawa anti-penuaan yang bisa menurunkan efek stres oksidatif dan peradangan. Manfaat semakin optimal dengan adanya senyawa polifenol , vitamin C , beta-karoten , quercetin , dan asam klorogenat senyawa tersebut terkait dengan penurunan risiko untuk penyakit kronis , menyerupai perut , paru-paru , kanker usus besar , diabetes , hipertensi , dan penyakit mata akhir faktor usia. (draxe.com)

#7. Menjaga kesehatan ginjal
Tati Winarto menjelaskan bahwa konsumsi makanan sehat otomatis membantu ginjal bekerja dengan optimal (fungsinya) , sebaliknya makanan tak sehat (salah satunya makanan tinggi lemak) akan menumpuk di ginjalmengakibatkan timbulnya masalahan kesehatan. Konsumsi daun Kelor (Moringa Oleifera) , otomatis membantu mengembalikan kesehatan ginjal yang sudah dalam kondisi tak baik. (jitunews.com)

#8. Memperlambat efek penuaan
Sebuah studi di tahun 2014 yang diterbitkan dalam Journal of Ilmu dan Teknologi Pangan untuk menguji manfaat Kelor (Moringa Oleifera). Mengetahui perihal kadar enzim antioksidan yang berharga , peneliti ingin menyelidiki apakah daun Kelor (Moringa Oleifera) bisa membantu memperlambat efek penuaan , dengna memanfaatkan antioksidan herbal alami , yang bisa menyeimbangkan hormon secara alami.

Studi dengan melibatkan sembilan puluh wanita menopause antara usia 45-60 tahun dibagi menjadi tiga kelompok , yang diberikan banyak sekali tingkat suplemen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suplementasi dengan Kelor (Moringa Oleifera) dan bayam menyebabkan peningkatan yang signifikan senyawa antioksidan , yang berperan penting dalam memperlambat efek penuaan. (draxe.com)

#9. Mengobati rematik
Daun Kelor (Moringa Oleifera) dapat dimanfaatkan untuk mengobati rematik. Penggunaan daun Kelor (Moringa Oleifera) dalam pengobatan rematik untuk mengurangi rasa sakit pada sendi dan mengurangi penumpukan asam urat pada sendi , yang sangat penting dalam mengatasi problem rematik atau asam urat. Manfaat daun Kelor (Moringa Oleifera) ini bisa dimanfaatkan untuk rematik , pegal linu , nyeri , dsb.


#10. Mencegah penyakit jantung
Sebuah studi pada hewan di laboratorium yang diterbitkan dalam edisi Februari 2009 dari “Journal of Medicinal Food” menemukan bahwa daun Kelor (Moringa Oleifera) bisa mencegah kerusakan jantung dan menawarkan manfaat antioksidan.
Dalam studi tersebut , pertolongan dosis 200 miligram / kilogram berat tubuh setiap hari selama 30 hari , menghasilkan tingkat lebih rendah dari lipid teroksidasi , dan jaringan jantung dilindungi dari kerusakan struktural.

Para peneliti menyimpulkan bahwa daun Kelor (Moringa Oleifera) menawarkan manfaat yang signifikan untuk kesehatan jantung. Penelitian lebih lanjut masih diharapkan , untuk memperkuat hasil penemuan selanjutnya.

#11. Anti Kanker
Pada studi mengenai kultur jaringan sel kanker serviks insan , yang diterbitkan di jurnal “Food and Chemical Toxicology” edisi Juni 2011. Ekstrak Kelor (Moringa Oleifera) bisa mencegah pertumbuhan dan reproduksi sel-sel kanker. Peneliti menyimpulkan bahwa daun Kelor (Moringa Oleifera) menunjukkan potensi sebagai pencegahan alami kanker.

Antioksidan di dalam daun Kelor (Moringa Oleifera) sangat tinggi , selain itu kandungan potasium yang tinggi. Membuat daun Kelor (Moringa Oleifera) memiliki khasiat untuk memperlambat bahkan menghilangkan kanker di dalam tubuh.

#12. Mengatasi diabetes
Tingginya kandungan mineral yaitu seng , membuat daun Kelor (Moringa Oleifera) memiliki sifat anti diabetes. Kandungan tersebut diharapkan untuk produksi insulin pada tubuh , demikian menurut peneliti dari University of Wiconsin LaCrosse , yang melaksanakan sebuah studi hewan di laboratorium , yang diterbitkan dalam edisi Juni 2012 dari “Journal of Diabetes”.
Daun Kelor (Moringa Oleifera) dapat mengurangi kadar gula dalam darah sehingga menjadi normal. Daun Kelor (Moringa Oleifera) dapat dijadikan sebagai insulin alami untuk mengatasi diabetes. Sehingga konsumsi sayur daun Kelor (Moringa Oleifera) bisa mencegah penyakit gula darah atau diabetes.
Menurut draxe.com , senyawa asam chlorogenic pada daun Kelor (Moringa Oleifera) terbukti membantu mengontrol kadar gula darah dan memungkinkan sel untuk mengambil atau melepaskan glukosa (gula) yang diperlukan. Selain asam chloregnic , senyawa isothiocyanate juga telah dapat dikaitkan dengan perlindungan alami terhadap penyakit diabetes.


Sebuah studi yang dipublikasikan di International Journal of Food Science Technology , menemukan bahwa daun Kelor (Moringa Oleifera) memiliki efek aktual pada kontrol glukosa darah dan insulin pada pasien diabetes.

Sumber: KitaSehat

30 Menit berjemur di Pagi hari Berikut manfaat yang Luar Biasa bagi Tubuh .... Lakukan Mulai dari Sekarang ....

Sinar matahari pagi dipercaya memiliki banyak manfaat bagi kesehatan makhluk hidup dipermukaan bumi khususnya manusia. Akan tetapi banyak yang mengabaikan manfaat tersebut.
Sinar matahari pagi tidak berbeda dengan sinar matahari di waktu siang dan sore , kalau kita hanya memandang bahwa itu hanyalah sebuah sinar cahaya dari matahari. Perbedaannya hanya pada problem waktunya saja. Sedangkan diketahui sinar matahari mengandung radiasi cahanya ungu atau UV dan berbeda setiap penyinarannya.
Perlu diketahui bahwa sinar matahari pagi merupakan satu dari sekian banyak karunia yang diperlukan bagi kehidupan makhluk hidup di muka bumi. Namun , kalau badan terlalu sering terpapar matahari dapat meningkatkan risiko terkena kanker juga katarak.
Dari banyak sekali sumber , telah banyak penelitian yang menandakan bahwa sinar matahari pagi sesungguhnya menawarkan begitu banyak manfaat bagi kesehatan kehidupan makhluk hidup di muka bumi  kususnya manusia. Tentunya kalau dilakukan engan cara yang benar dan tepat.
Berikut Manfaat Yang Diperoleh Dari Sinar Matahari Pagi
1. Matahari Pagi Meningkatkan Kekebalan Tubuh
2. Matahari Pagi Mengurangi gula darah
3. Matahari Pagi Membentuk vitamin D
4. Meredam Kolesterol Darah
5. Matahari Pagi Mampu Menyehatkan Tulang
6. Penawar Infeksi Dan Pembunuh Bakteri
7. Meningkatkan Kebugaran Pernafasan
8. Sinar Matahari Pagi Mengatasi Depresi
9. Memperbaiki Kualitas Tidur
10. Sinar Matahari Pagi Menyehatkan Sistem Pencernaan

Cara Memanfaatkan Sinar Matahari Pagi Dengan Benar yaitu sebagai berikut:
Anda harus perhatikan cara semoga dapat memperoleh manfaatnya secara sempurna. Sebaiknya anda membiasakan hal-hal berikut ini.
1. Bangun pagi
2. Lakukan Aktifitas peregangan
3. Carilah daerah yang segar
4. Jangan lebih dari 30 menit
Ayo , besok pagi berjemur bareng yuuuk.

Sumber: 
http://navigasinews.com


Perlu Diketahui bahwa Daun Pepaya memiliki 15 Manfaat Bagi Kesehatan dan Kecantikan yang sangat luar biasa dan belum di ketahui banyak orang

Kandungan gizi yang terkandung pada daun pepaya
·         Vitamin B , A , C , D , E
·         Kalsium
Kandungan vitamin yang terkandung pada daun pepaya penting untuk kesehatan kardiovaskular , mencegah terjadinya kanker , dan sebagai antioksidan yang membantu mencegah radikal bebas.
Manfaat Daun Pepaya
gambar 1
Daun pepaya memiliki kandungan antioksidan dan zat baik yang berlimpah. Maka dari itu , bagi yang tidak suka rasanya karena pahit dapat mempertimbangkan manfaat daun pepaya bagi badan pada ulasan ini ,
1. Sifat anti kanker
Menurut penelitian yang dilakukan oleh jurnal Ethnopharmacology , jus daun pepaya mengandung enzim tertentu yang memiliki sifat melawan kanker menyerupai , kanker payudara , kanker hati , kanker paru-paru dan kanker pankreas tanpa efek toksik pada tubuh. Dengan manfaat ini membuat ekstrak daun pepaya , sering direkomendasikan sebagai episode dari kemoterapi di beberapa episode penduduk dunia. Dengan mengatur T-sel , ekstrak daun pepaya meningkatkan respon sistem kekebalan terhadap serangan kanker.
2. Menghambat Pertumbuhan Bakteri
Jus daun pepaya mengandung lebih dari 50 materi aktif termasuk senyawa karpain yang menghambat pertumbuhan mikroorganisme menyerupai jamur , cacing , benalu , basil serta banyak sekali bentuk sel kanker yang sangat berbahaya. Hal ini membuat daun pepaya menjadi pilihan utama sebagai pengobatan herbal untuk menghilangkan cacing di usus karena mengandung tannin yang sangat banyak. Zat tannin ini akan melindungi usus dari benjol ulang pada lapisan dinding usus , sehingga cacing di usus tidak dapat menempel pada dinding usus. Dengan demikian , daun pepaya secara efektif akan menekan penyebab penyakit tifus.
3. Meningkatkan Imunitas Tubuh
Manfaat lain yang menakjubkan dari jus daun pepaya ialah kemampuannya untuk melawan benjol virus menyerupai virus flu biasa dan lain lain. Daun pepaya akan secara alami melaksanakan regenerasi sel darah putih dan trombosit sebagai  imun tubuh. Daun pepaya mengandung lebih dari 50 materi termasuk vitamin A , C dan E dengan demikian terperinci mendukung sistem kekebalan tubuh.
4. Anti Malaria
Daun Pepaya telah ditemukan memiliki sifat anti malaria juga karena kandungan manfaatnya. Dengan demikian , jus daun pepaya sering digunakan sebagai profilaksis untuk mencegah malaria di kawasan endemis tertentu.
5. Pencegahan Demam Berdarah
Demam Berdarah Dengue ialah penyakit mematikan berbahaya  yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan oleh nyamuk Aedes. Penyakit ini dapat berakibat fatal , namun sejauh ini tidak ada obat khusus telah dirumuskan untuk penyakit ini. Jus daun pepaya ialah metode tradisional untuk menyembuhkan demam berdarah tanpa masalah efek samping murah dan efektive.

6. Mengurangi Nyeri Haid
Para wanita semenjak dahulu memanfaatkan daun pepaya untuk permasalahan Nyeri Haid . Jus daun pepaya sangat efektif untuk mengurangi rasa nyeri haid. Caranya dengan merebus beberapa daun papaya , tambahkan asam jawa dan garam , campur dengan segelas air dan didihkan , Minumlah ramuan ini pada dikala datang bulan.

7. Membantu Pencernaan
Enzim papain yang terdapat pada daun pepaya membantu dalam pencernaan protein dan memiliki kegunaan untuk mengobati gangguan pencernaan , menurut buku “The Complete Herbal Panduan: A Natural Approach to Healing the Body” Rebusan daun pepaya dapat mengurangi mulas pada perut dan penambah nafsu makan. Daun pepaya juga dapat membantu mencerna gluten protein gandum , yang terjadi bagi sebagian orang , atau yang dikenal sebagai penyakit celiac.
8. Membantu Penyakit Pembesaran Prostat
Daun pepaya dapat membantu anda untuk mengatasi permasalahan pembesaran prostat jinak , selain itu daun ini juga dapat membantu menggurangi banyak sekali duduk perkara terkait pembesaran prostat menyerupai duduk perkara lesi dubur dan lain lain.
9. Daun Pepaya dapat Mengatasi Jerawat
Anda mungkin gres mendengar bahwa daun pepaya dapat mengobati Jerawat watu yang membandel. Cobalah cara ini untuk mebasmi duduk perkara jerawat.
Cara Penggunaan :
a)       Ambil daun pepaya muda
b)       Keringkan daun tersebut.
c)       Blender dengan air secukupnya untuk dibuat seperti pasta.
d)       Ambil pasta yang telah jadi dan gunakan sebagai maskter.
e)       Biarkan kering dalam 10-30 menit ,
f)        Cuci dan bilas bersih.
10. Meningkatkan Trombosit

11. Mencegah Katarak
Daun pepaya sangat penting untuk mencegah penyakit katarak pada mata.
12. Emfisema

Daun pepaya banyak mengandung vitamin D yang dapat mencegah terjadinya penyakit emfisema yang berafiliasi dengan paru paru luar biasa.

Sumber : Dunia sehat.com